Showing posts with label Rencana Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Rencana Kehamilan. Show all posts

Persiapan Selama Kehamilan Agar Kualitas dan Kuantitas ASI Optimal

dr. Febriansyah Darus

Seorang perempuan mendapat anugrah dari Tuhan untuk dapat mengandung, melahirkan dan menyusui. Kodrat yang dimiliki oleh perempuan ditandai dengan perangkat reproduksi yang dimilikinya, yakni rahim dan semua bagiannya untuk tempat tumbuh dan berkembang janin selama di dalam kandungan dan payudara untuk dapat menyusui anak ketika ia sudah dilahirkan. Artinya semua perempuan berpotensi untuk dapat menyusui anaknya sama dengan potensinya untuk dapat mengandung dan melahirkan.

Sayangnya tak semua perempuan menyadari akan anugrah yang dimiliknya. Hal ini bisa disebabkan oleh karena pengetahuan yang kurang memadai, persepsi yang keliru tentang payudara dan menyusui, dan pemahaman yang kurang tentang peran dan fungsinya sebagai ibu. Akibatnya ASI seringkali terbuang dengan percuma dan tidak dimanfaatkan.

ASI diciptakan oleh Tuhan dengan segala kelebihannya. Sampai saat ini tak satupun susu formula yang dapat menggantikan peran ASI baik dari segi komposisi ataupun kemudahan cara pemberiannya.
Memberikan ASI bukan hanya memberikan makanan yang tepat bagi bayi, tetapi yang lebih penting adalah menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat kepada bayi. Untuk dapat memberian ASI yang baik, seorang ibu harus benar-benar memahami tentang anatomi dan fisiologi payudara, persiapan dan tehnik menyusui serta berbagai masalah yang mungkin dihadapi. Pada makalah ini akan dikupas mengenai persiapan apa yang penting dilakukan oleh ibu agar kualitas dan kuantitas ASI yang diperoleh optimal.

Anatomi Payudara & Fisiologi Laktasi
Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada dan fungsinya memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang payudara dengan berat ± 200 gram yang pada hamil akan membesar menjadi 600 gram, setelah menyusui menjadi 800 gram. Payudara terdiri dari 3 bagian yaitu: corpus atau badan payudara yaitu bagian yang membesar, areola yaitu bagian kehitaman di tengah dan puting yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.
Dalam corpus mammae terdapat alveolus yang memproduksi susu. Alveolus mengelompok menjadi lobulus, kemudian beberapa lobulus berkelompok menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. Dari alveolus ASI akan disalurkan ke dalam saluran kecil (duktulus) menjadi saluran besar (duktus laktiferus). Di bawah areola saluran tersebut membesar menjadi tempat penampungan ASI disebut sinus laktiferus yang akan bermuara ke dalam puting susu.
 Payudara dari tampilan depan
Fisiologi laktasi sudah dimulai semenjak kehamilan. Dengan meningkatnya hormon prolaktin oleh plasenta, maka produksi ASI akan semakin banyak. Pada saat kelahiran hormon estrogen ibu yang menurun mengakibatkan peran prolaktin menjadi lebih dominan sehingga pada saat itu ASI akan dikeluarkan. Menyusukan bayi sejak dini akan menyebabkan perangsangan puting susu sehingga prolaktin akan dibentuk lebih banyak.
Komposisi ASI
Komposisi ASI sangat bervariasi disesuaikan saat ASI dikeluarkan. ASI pada ibu yang melahirkan anak kurang bulan akan berbeda dengan ASI pada ibu yang melahirkan cukup bulan. Komposisi ASI dipengaruhi oleh diet yang di makan selama kehamilan, tingkat nutrisi ibu, dan waktu dikeluarkan ASI. ASI yang keluar pada 5 hari pertama disebut kolustrum, 5-11 hari disebut sebagai ASI transisi dan setelah 11 hari disebut ASI matur.
Tabel 1. Komposisi ASI
Nutrisi

Kolustrum
ASI transisi
ASI Matur
Energi
Kcal
56
67
69

kJ
236
281
289
Protein
g
2,0
1,5
1,3
Lemak
g
2,6
3,7
4,1
Karbohidrat
g
6,6
6,9
7,2
Sodium
mg
47
30
15
Kalsium
mg
28
25
34
Zat Besi
mg
0,07
0,07
0,07
Retinol
μg
155
85
58
Vit C
mg
7
6
4
MacDonald
Persiapan Ibu Hamil untuk Menyusui
Persiapan menyusui pada masa kehamilan penting dilakukan. Ibu yang menyiapkan diri sejak dini akan lebih siap menyusui bayinya. Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan selama kehamilan supaya mendapatkan kualitas dan kuantitas ASI yang optimal.
  1. Persiapan Psikologis
Persiapan psikologis semasa hamil merupakan hal utama yang menunjang keberhasilan menyusui. Persiapan ini sangat berarti karena keputusan atau sikap ibu yang positif terhadap pemberian ASI harus sudah ada semenjak kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Seorang ibu harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi bahwa ia nantinya bisa dan harus mau untuk menyusui bayinya.
Sikap ibu dalam pemberian ASI sangat dipengarui oleh beberapa faktor seperti adat, kebiasaan, dan kepercayaan menyusui di daerah masing-masing. Pengalaman menyusui sebelumnya , kebiasaan menyusui dalam keluarga atau kerabat, pengetahuan ibu dan keluarga tentang manfaat ASI juga sikap ibu terhadap kehamilannya berpengaruh terhadap keputusan ibu apakah ia akan menyusui atau tidak.
Selain dari dirinya sendiri, peran keluarga baik itu ibu/bapak terutama suami akan sangat menunjang keberhasilan menyusui kelak. Seorang suami akan menjadi motivator yang baik bagi ibu selama kehamilan dengan memberikan support dan kasih sayang kepada ibu serta meyakinkan bahwa masalah menyusui akan dihadapi bersama adalah hal yang sangat menunjang.
  1. Pemeriksaan dan Perawatan Payudara
Perawatan payudara semasa hamil merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan menyusui nantinya. Selama kehamilan, payudara akan semakin membesar ukurannya, lebih berat dan tegang. Daerah areola dan puting akan menjadi lebih gelap dan sensistif sehingga bayi akan lebih muda mengenalinya. Semua itu merupakan penyesuaian payudara untuk menyusui.

Pemeriksaan payudara saat hamil bertujuan untuk mengetahui keadaan payudara sehingga bila terdapat kelainan dapat segera diketahui. Penemuan adanya kelainan payudara di tingkat dini diharapkan dapat dikoreksi agar ketika waktunya menyusui bisa berjalan lancar.

Beberapa langkah pemeriksaan payudara saat hamil adalah LIHAT dan RABA. Lihat ukuran dan bentuk payudara. Ukuran dan bentuk payudara tidak mempengaruhi produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran dan gerakan payudara yang tidak normal pada saat berubah posisi. Perhatikan juga kontur permukaan payudara. Payudara yang normal tidak didapatkan adanya retraksi atau luka atau mempunyai gambaran kulit jeruk. Perhatikan juga bentuk dan ukuran areola dan puting susu. Areola dan puting susu pada ibu hamil seringkali mengalami lecet akibat pemakaian bra yang terlalu ketat.

Puting susu ibu merupakan satu hal yang vital dalam menunjang keberhasilan menyusui. Periksa bentuk dan kelenturannya. Puting susu yang baik memiliki kelenturan sehingga dapat berfungsi sebagai dot.
Hal hal berikut ini merupakan bebera tips pemeriksaan dan perawatan payudara ibu :
  • Bila bra yang anda gunakan mulai terasa sempit, sebaiknya menggantinya dengan bra yang pas dan sesuai dengan ukuran anda. Bra yang sesuai dapat memberikan kenyamanan dan mensupport payudara anda. Pemakaian bra yang terlalu sempit dapat menyebabkan bendungan dan infeksi pada kelenjar payudara anda.
  • Kadangkala payudara ibu hamil sudah mengeluarkan ASI. Jika ini terjadi pada anda gunakan tangan atau lengan anda untuk memberikan sedikit tekanan pada payudara sampai rembesan berhenti. Jika rembesan sering terjadi gunakan nursing pad pada sisi dalam bra anda supaya pakaian anda tidak dibasahi ASI. Gantilah nursing pad jika sudah basah karena kondisi yang lembab disekitar puting susu dapat menyebabkan iritasi.
  • Periksa puting susu anda. Pegang payudara anda dengan ibujari dan telunjuk pada sisi luar areola, tekan kearah dada. Jika puting tidak keluar berarti puting anda mengalami retraksi.
  • Jangan membersihkan atau menyikat puting susu anda, Hal ini dapat menyebabkan puting susu iritasi dan merangsang kontraksi rahim
  • Jangan mengolesi puting susu dengan alkohol, witch hazel, atau lotion karena dapat mengiritasi dan menimbulkan nyeri
  • Jangan menggunakan sabun untuk membersihkan areola dan puting susu. Kelenjar pada puting susu memproduksi zat tersendiri untuk menjaga kebersihan dan kelembabannya. Sabun dapat menyebabkan puting susu kering dan retak-retak
  • Jangan memijat payudara mendekati pada TM III karena dapat merangsang persalinan
  1. Makanan yang bergizi
Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa makanan yang bergizi merupakan syarat untuk mendapatkan ASI dengan kualitas optimal. Makanan yang bergizi harus segera dimulai semenjak ibu tersebut hamil.
Prinsip makan yang baik selama hamil adalah :
  • Ubahlah pola makan anda sesuai diet makan ibu hamil
  • Hindari makanan yang dapat membahayakan ibu dan janin
  • Jangan melakukan diet selama hamil
  • Makan dengan porsi sedikit tapi sering
  • Minum air putih yang cukup
  • Makanan berserat , buah-buahan dan sayur-sayuran

Tips Merencanakan Kehamilan Sehat




Kapankah waktu yang tepat untuk memiliki anak? Pertanyaan ini mungkin sudah beberapa waktu muncul di benak calon Mama dan calon Papa. Sebenarnya jawabannya sederhana: tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk memiliki anak, karena dinamika hidup di lingkungan kerja dan keluarga pasti akan memunculkan hal lain yang membutuhkan perhatian calon Mama. Tapi sebaliknya, tidak ada waktu yang salah untuk memiliki anak. Yang penting adalah kehamilan benar-benar diinginkan dan sebaiknya direncanakan untuk memastikan kehamilan yang sehat dan lancar.
Pada saat akan merencanakan kehamilan, sebaiknya perhatikan diet, gaya hidup, serta kondisi kesehatan calon Mama. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
  • Jaga pola makan calon Mama. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat, terutama makanan yang mengandung Asam Folat. Konsumsi Asam Folat dalam bentuk suplemen vitamin juga bisa dilakukan oleh calon Mama. Konsumsi Asam Folat paling tidak 1 bulan sebelum kehamilan mengurangi resiko kelainan tulang belakang janin.
  • Diet pada saat merencanakan kehamilan masih diperbolehkan. Karena peluang kehamilan yang sehat semakin meningkat pada calon Mama yang mendekati berat badan ideal. Tapi sebaiknya hindari diet yang menghindari kelompok makanan tertentu, misalnya diet tanpa karbohidrat. Konsumsi karbohidrat yang ‘baik’ seperti roti gandum dan nasi merah.  Protein seperti ikan dan ayam, serta buah-buahan, sayur, dan produk susu rendah lemak seperti susu, yoghurt, dan keju sangat dianjurkan.
  • Hindari rokok dan alkohol. Bila calon Mama merokok, hentikan kebiasaan itu sesegera mungkin, terutama bila calon Mama merencanakan kehamilan. Efek rokok pada kehamilan sangat beragam, mulai dari mengurangi kesuburan sampai menimbulkan kerusakan kromosom sel. Efek ini juga bisa terjadi pada perokok pasif. Alkohol juga dihubungkan dengan cacat tertentu pada janin.
  • Calon Papa juga harus menjaga kesehatan. Para ahli merekomendasikan Papa untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung Zinc dan Selenium setiap hari selama paling tidak 3 bulan sebelum masa pembuahan untuk perkembangan sperma yang sehat.
Jangan lupa mempersiapkan perubahan gaya hidup yang akan terjadi pada calon Mama dan calon Papa setelah si kecil hadir. Calon Papa juga harus siap menjadi Papa  yang siap berbagi tanggung jawab dengan sang Mama. Selamat merencanakan kehamilan yang sehat

Merangkai Budget Perencanaan Kehamilan



  Kesadaran akan perencanaan keuangan hendaknya dipersiapkan jauh sebelum merencanakan kehamilan. Akan lebih baik bila direncanakan pada saat sebelum menikah. Jadi biaya yang akan dikeluarkan nantinya tidak hanya terfokus pada perencanaan pernikahan dan panik saat anda dinyatakan hamil. Merencanakan keuangan untuk anak dimulai sejak masa kehamilan, persiapan melahirkan hingga pendidikan sang anak nanti. Sebaiknya biaya yang diperhitungkan ini adalah untuk jangka panjang.

Masa Perencanaan Kehamilan

Pemeriksaan kesehatan pada saat merencanakan suatu kehamilan sangat berperan penting. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Apalagi untuk pasangan suami istri yang sulit mempunyai anak. Pemeriksaan reproduksi ini pastinya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih lagi jika ada kelainan, pemeriksaan ini berkaitan dari 1 dokter dengan dokter lain, maka biaya yang akan dikeluarkan juga akan bertambah. Kisaran harga untuk pemeriksaan kandungan mulai dari Rp. 100.000,- s/d Rp. 250.000,-. Untuk USG mulai dari Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,-. Untuk pemeriksaan darah atau tes lain yang berhubungan dengan perencanaan kehamilan memiliki kisaran harga mulai dari Rp. 300.000,- s/d Rp. 2.000.000,- Kisaran harga pemeriksaan ini diukur dari kisaran harga rumah sakit besar, akan jauh berbeda bila anda memeriksakannya di bidan atau puskesmas.

Masa Kehamilan

Pada masa kehamilan banyak hal yang dibutuhkan dari segi biaya, mulai dari pemeriksaan kehamilan minimal 1 bulan sekali, USG, vaksin, dan vitamin. Belum lagi pendukung akan kehamilan tersebut seperti, syukuran, baju hamil, senam hamil, buku-buku atau majalah seputar kehamilan. Anda dan suami dapat membuat pengeluaran kas rumah tangga yang dibagi menjadi 4 bagian yakni:
  • Tabungan
  • Cicilan hutang (jika ada)
  • Premi asuransi
  • Biaya hidup.
Rencana keuangan untuk biaya masa kehamilan serta kelahiran dapat dimasukkan dalam sub biaya hidup. Sub biaya hidup ini pun dapat dibagi lagi menjadi biaya rutin dan biaya terjadi satu kali. Biaya pemeriksaan selama kehamilan dan pasca kelahiran, suplemen, perlengkapan Anda dan bayi, dimasukkan dalam biaya rutin karena biaya tersebut adalah biaya yang berulang kali terjadi. Yang termasuk dalam biaya yang terjadi satu kali adalah biaya persalinan.
Rencana Persalinan 
Dalam mempersiapkan biaya persalinan, Anda dan suami perlu memperhitungkan inflasi karena biaya tersebut akan selalu naik seiring dengan inflasi. Beruntung bagi pasangan bekerja yang mendapat pembiayaan melahirkan dari tempat Anda atau suami bekerja. Jika kantor tidak menyediakan dana melahirkan untuk karyawannya, Anda dan suami perlu memperhitungkan setiap pengeluaran dengan terinci.
Sebagai gambaran biaya persalinan Caesar dapat mencapai diatas Rp. 10 juta sedangkan persalinan normal bervariasi dengan harga kurang dari Rp. 5 juta. Biaya persalinan agaknya sangat bervariasi di sejumlah tempat. Biaya persalinan ini biasanya juga ditentukan dengan kamar yang ingin dihuni selama proses persalinan dan dokter kandungan yang menangani persalinan.

Penting Untuk Diingat!

  • Tentukan skala prioritas kebutuhan yang utama dan kebutuhan apa yang sifatnya hanya sebagai penunjang. Pilihlah barang dengan kualitas baik dan harga sesuai budget. Tidak perlu bermerk asalkan Mama nyaman memakainya.
  • Siapkan Dana Darurat, yaitu dana cadangan untuk menghadapi kondisi darurat. Dana ini sangat penting jika suatu saat Mama mengalami kondisi medis khusus saat menjalani kehamilan. Anggarkan 10%-20% dari total perkiraan biaya persalinan.
  • Hindari berhutang, apalagi hutang kartu kredit. Hutang kartu kredit bisa “menggulung”dengan bunga hingga 50% per tahun.
  • Untuk jangka pendek seperti biaya kehamilan atau persalinan, bisa dicapai dengan menabung, namun jika calon Mama dan Papa hendak menyiapkan dana jangka panjang seperti Dana Pendidikan, lebih baik jika mulai sekarang Anda mencari tahu tentang investasi seperti logam mulia dan reksadana.
  • Saat menyiapkan dana persalinan, selalu persiapkan untuk skenario termahal, walaupun inginnya bersalin dengan alami/normal, Mama harus siapkan dana jika harus Operasi Caesar yang biayanya jauh lebih mahal.
  • Komunikasikan dengan pasangan untuk menentukan prioritas keluarga. Jika merasa perlu, konsultasikan hal ini dengan perencana keuangan profesional.

Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Sebelum Masa Hamil


“Tambal gigi berlubang agar lekas hamil” Pernahkah Anda mendengar nasihat ini sebelumnya?
Memang belum ada kebenaran yang benar-benar pasti mengenai hal ini, namun beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan gigi dan gusi dengan kesehatan rahim. Bahkan ada penelitian yang pernah menunjukkan bakteri yang sama dengan bakteri yang terdapat pada lubang gigi ditemukan di rahim dan saluran telur. Beberapa dokter kandungan juga meyakini kebenaran ini dan menyarankan para pasien untuk menutup lubang giginya bila ada.
Pada saat hamil, calon Mama memang diharapkan untuk sebisa mungkin menghindari pemberian antibiotik, anestesi (pemberian obat bius) gigi, dan pengambilan foto Rontgen. Jika calon Mama mengalami gigi berlubang pada saat hamil, tentu hal tersebut akan menjadi dilema besar.
Di saat hamil, hormon-hormon calon Mama akan meningkat, kebiasaan makan yang berubah dan munculnya rasa mual akan sangat berpengaruh pada keadaan rongga mulut calon Mama. Keluhan yang paling sering muncul adalah gusi bengkak dan mudah berdarah akibat peningkatan dari hormon-hormon yang ada dan lubang gigi. Kadang disertai dengan keluahan tambahan akibat penyakit gigi yang sudah ada sebelumnya dan mulai menimbulkan keluhan di saat kehamilan.
Jadi memang ada baiknya, saat Anda merencanakan kehamilan, saat itu pula Anda segera memeriksakan kesehatan gigi dan gusi. Yang pasti, saat hamil nanti Anda ingin memiliki senyum yang sehat dan indah pula bukan?

Berbagai Pilihan Kontrasepsi Untuk Merencanakan Kehamilan



Merencanakan kehamilan berarti juga menentukan waktu yang tepat untuk mempunyai anak. Kalau Mama merasa belum siap memiliki anak, atau Mama baru saja melahirkan dan ingin menunda anak kedua selama beberapa saat, berarti Mama dan Papa perlu menentukan kontrasepsi yang tepat.
Ada beberapa cara kontrasepsi yang bisa Mama dan Papa pilih sesuai kebutuhan:

1.    Metode barrier
Metode kontrasepsi ini mencegah sperma sampai ke sel telur. Metode ini bisa dihentikan secara cepat, tidak mempengaruhi hormon, tidak mengganggu proses menyusui, dan tidak memiliki efek samping apapun.
-    Kondom pria:  Paling mudah digunakan karena tidak membutuhkan pemeriksaan fisik dan dapat digunakan serta dihentikan kapanpun sesuai dengan rencana kehamilan Mama dan Papa. Tapi kondom mengurangi sensasi hubungan suami istri dan kurang dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan bila dibandingkan dengan metode hormon, karena kondom memiliki tingkat prevalensi 85%, sedangkan metode hormone (pil KB) memiliki tingkat prevalensi 99%.
-    Kondom wanita: berupa kantung berpelumas dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Metode ini sangat efektif bila digunakan dengan benar dan memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak mempengaruhi hormon, dan terbuat dari polyurethane, sehingga tidak menimbulkan alergi. Sayangnya, metode ini kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita juga tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena menyebabkan posisinya bergerak keluar
-    Diafragma: berupa topi karet lunak yang ditempatkan dengan tepat untuk menutup leher rahim dan mencegah sperma memasuki rahim. Keuntungannya, diafragma efektif seperti kondom dan dapat dicuci dan digunakan lagi selama 1-2 tahun. Sayangnya, anda harus menempatkan diafragma sebelum berhubungan intim dan mencopotnya setelah 6 jam. Pemakaiannya agak rumit dan terbuat dari lateks sehingga bisa mengakibatkan alergi
2.    Metode Hormon
Metode ini menggunakan hormon buatan untuk menekan ovulasi. Mama harus menunggu 4 minggu setelah melahirkan untuk menggunakan metode yang menggunakan estrogen, karena estrogen meningkatkan resiko penyumbatan pembuluh darah pada minggu awal setelah melahirkan. Metode ini juga tidak disarankan untuk Mama menyusui, karena estrogen bisa mengurangi kualitas dan kuantitas ASI.
-    Pil KB: walaupun efektivitasnya mencapai 99%, tapi pil KB kurang praktis karena harus diminum setiap hari sesuai jadwal. Metode ini juga menambah hormon, sehingga meningkatkan resiko thrombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual, dan efek samping lainnya. Metode ini juga dilarang untuk wanita dengan penyakit diabetes, liver, dan jantung.
-    Cincin (NuvaRing): berupa cincin transparan yang fleksibel dan diselipkan pada vagina di awal siklus menstruasi Mama. Setelah dipasang cincin melepaskan hormon estrogen dan progestin dosis rendah secara terus menerus. Setiap 28 hari, cincin baru dipasang kembali.
-    Patch (koyo): seperti sejenis koyo yang ditempelkdan di kulit dan melepaskan hormon estrogen dan progestin dosis rendah secara terus menerus. Koyo baru dipasang setiap 3 minggu sekali dan dilepas selama 1 minggu sebelum mengulang kembali siklus yang sama.
-    Minipill: Pil ini harus diminum setiap hari pada waktu yang sama agar Mama mendapatkan dosis hormon secara stabil. Metode ini disarankan untuk Mama menyusui. Bila Mama tidak menyusui eksklusif, pil ini bisa langsung diminum setelah melahirkan. Tapi bila Mama menyusui eksklusif, pil baru bisa diminum 6 minggu setelah melahirkan.
-    Suntik: Suntik progestin ini dilakukan setiap 3 bulan sekali. Metode ini cocok untuk wanita yang menginginkan kontrasepsi yang efektif tapi tidak menginginkan pemasangan spiral, tidak bisa menerima tambahan estrogen, dan sering lupa meminum pil KB. Tapi metode ini tidak cocok untuk wanita yang berencana hamil lagi dalam waktu setahun kemudian. Mama menyusui bisa memulai menggunakan metode ini 6 minggu setelah melahirkan, sedangkan Mama yang tidak memberikan ASI Eksklusif bisa mulai 3 minggu setelah melahirkan.
-    Implan/Susuk KB: berupa batang kecil dari plastik lentur seukuran korek api yang berisi hormon dan ditempatkan di bawah kulit di bagian lengan wanita. Susuk KB melepaskan hormon terus menerus selama 3 tahun pemakaian. Susuk KB juga dapat dicopot kapan pun dan Mama akan kembali subur setelah 1 bulan. Kekurangannya, metode ini tidak melindungi terhadap PMS (pre-menstrual syndrome/sindroma pra menstruasi) dan sekitar 20% wanita tidak lagi mendapatkan haid atau haidnya menjadi tidak teratur
3.    Intrauterine devices/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral
Ada 2 jenis AKDR/spiral, yaitu AKDR tembaga yang terbuat dari plastik kecil dengan tembaga meliliti batangnya dan AKDR progestogen yang berbentuk T kecil dengan silinder berisi progestogen di sekeliling batangnya. Keunggulan AKDR adalah efektivitasnya 98%, berjangka panjang (minimal sampai 5 tahun), lebih murah dalam jangka panjang, dan kesuburan Mama dapat segera dikembalikan setelah Mama melepaskannya. Kekurangannya, bila AKDR gagal dan wanita menjadi hamil, AKDR harus segera dilepaskan karena meningkatkan resiko keguguran. Selain itu ada resiko kecil infeksi setelah pemasangan AKDR, kehamilan ektopik, haid tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual, dan jerawat.
4.    Metode alamiah
Metode ini sangat efektif bila Mama disiplin dan tidak memerlukan biaya apapun serta tidak memiliki efek samping.
-    Lactational amenorrhea method (LAM):  Proses menyusui cenderung menunda kembalinya kesuburan Mama dan 98% efektif bila Mama menyusui si kecil secara eksklusif, siklus haid Mama belum kembali normal, dan Mama melahirkan kurang dari 6 bulan yang lalu.
-    Fertility awareness methods (FAM):  Metode ini mengajarkan Mama mengamati pola siklus haid Mama sehingga Mama bisa memprediksi masa subur Mama.
5.    Sterilisasi
Metode ini merupakan metode kontrasepsi permanen. Mama dan Papa bisa mendapatkan kesuburan kembali, tapi prosesnya sangat mahal, rumit, dan hanya sebagian orang yang bisa hamil lagi. Ambil pilihan ini hanya bila Mama dan Papa yakin tidak akan menginginkan anak lagi.
 
Supported By : Sepatu Galvano | Adsensecamp | NeoBux
Copyright © 2011. Informasi Mama - All Rights Reserved
Template Modify by Adsense Indonesia
Proudly powered by Blogger